Hunian Eropa Klasik di Serpong Mulai Rp800 Jutaan, Ini 5 Daya Tarik The Brawijaya – Kawasan Serpong, Tangerang Selatan, kembali kedatangan proyek hunian baru dengan konsep yang menarik. The Brawijaya Serpong resmi diluncurkan dengan harga mulai Rp800 jutaan. Proyek dari PT Mitra Sinergi Development ini mengusung arsitektur Eropa klasik yang biasanya identik dengan segmen premium. Namun, pengembang membidik pasar end user yang mahjong ways menginginkan tampilan mewah tanpa harga selangit.
Berikut 5 daya tarik utama The Brawijaya Serpong.
1. Konsep Eropa Klasik di Harga Terjangkau
Keunikan utama proyek ini adalah hadirnya rumah bergaya Eropa klasik di kelas harga Rp800 jutaan. Selama ini, gaya arsitektur seperti itu hanya tersedia di segmen premium dengan harga tinggi. Dengan pendekatan “hunian premium terjangkau”, proyek situs slot demo menjembatani kesenjangan antara keinginan pasar akan desain rumah mewah dan daya beli yang terbatas.
2. Lokasi Strategis dan Akses Mudah
The Brawijaya terletak di Ciater, Serpong. Lokasinya hanya sekitar 10 menit dari gerbang tol Ciater. Kawasan ini juga dekat dengan Stasiun Rawa Buntu, yang terhubung dengan KRL Commuter Line. Aksesibilitas ini memudahkan mobilitas penghuni menuju Jakarta dan sekitarnya. Lokasinya juga berbatasan langsung dengan kawasan premium BSD City.
3. Beragam Fasilitas Pendukung
Hunian ini dibangun di atas lahan 1,7 hektar dengan 175 unit (172 rumah dan 3 ruko). Fasilitas internal yang disediakan meliputi:
-
Area hijau dan taman
-
Jogging track
-
Taman bermain anak
-
Musala
-
One gate system dan keamanan 24 jam dengan CCTV
4. Kelengkapan Fasilitas di Kawasan Sekitar
Lokasinya dikelilingi fasilitas publik judi bola yang lengkap:
-
Pusat perbelanjaan: AEON Mall BSD, The Breeze, ITC BSD (15-20 menit)
-
Pendidikan: Santa Ursula BSD, Binus School, Global Islamic School
-
Kesehatan: Eka Hospital BSD, RS Hermina Serpong
5. Skema Buy Back Guarantee 100%
Pengembang menawarkan skema jaminan 100% untuk depo 10k memberikan rasa aman kepada pembeli. Jaminan ini berlaku jika unit tidak dibangun atau tidak diserahterimakan sesuai komitmen dalam kontrak.
